Senin, 29 September 2008, Global Bekasi
Ust. Rahman Tamin, salah seorang caleg dari PKS dengan nomor urut 7 dari dapil Pondok Gede dan sekitarnya, menyampaikan bahwa dirinya hanyalah menjalankan tugas yang diamanahkan musyawaah partai saat ditanya mengapa ia mengikuti pencalegan DPRD II Kota Bekasi. Ustadz yang pernah bekerja sebagai desainer grafis di majalah Sabili yang cukup terkenal dan besar oplagnya itu di kalangan ikhwan itu, mempunyai niat akan mendirikan penerbitan koran harian di Kota Bekasi. Bang Tamin demikian penulis memanggilnya ini, adalah seorang mentor yang cukup dekat dengan binaanya dan terkenal cukup humoris ini, ia menegaskan justru membuat sebuah harian itu bisa sangat menantang, karena kita akan selalu dikejar deadline setiap hari. Tantangan seperti ini lah ia mau cari untuk tujuannya mengembangkan dunia media informasi untuk wilayah Bekasi. Dengan pengalamannya yang telah puluhan tahun di majalah Sabili, bahkan ia juga menceritakan turut membidani beberapa majalah Islami seperti Tarbawi, dia berharap nanti bila memang ada rezeki dari Allah, akan membuat sebuah harian yang arah dan idealismenya tidak jauh berbeda dengan Sabili. Namun lebih menekankan berita yang up to date dan hangat sangat disajikan ke seluruh lapisan masyarakat Bekasi, baik kota dan kabupaten tentunya.
Keinginannya yang besar dan mulia ini, penulis tanggapi sangat serius, karena ini berkaitan erat dengan media kami Global Bekasi Hot News yang juga bersifat harian dan deadline setiap hari hanya berbeda format penyajian. Kami pun berdua mengenang masa lalu, karena kami memang sudah kenal sejak 25 tahun yang lalu, tepatnya saat penulis masih duduk SMA, dan bang Tamin kuliah serta menjadi instruktor Pesantren Kilat yang diadakan PII (Pelajar Islam Indonesia) sebuah organisasi kepemudaan yang menjadi cikal bakal pergerakan Ikhwanul Muslimin dan kader-kadernya banyak yang terjun ke PKS serta partai-partai lainnya.
Bang Tamin juga menceritakan sekalipun dia mendapat nomor urut 7, perjuangannya menjadi caleg adalah bagian dari amanat partai dan ibadah selaku seorang kader yang tak boleh brhenti semangat berjuangnya sampai kapanpun. Namun begitu PKS, khususnya untuk daerah pemilihan PondokGede dan sekitarnya hanya menargetkan 4 kursi. Sebuah target yang cukup besar dan tak bisa berpangku tangan dalam memperolehnya. Ia pun tersenyum semangat saat mengakhiri pembicaraan, karena acara BErbuka Puasa Bersama dalam Berbagi Kebahagiaan dengan Kaum Dhu'afa yang diadakan PKS dengan tamu khusus Ust H. Ahmad Syaikhu itu segera akan dimulai. (Sidik Rijal)
Ust. Rahman Tamin, salah seorang caleg dari PKS dengan nomor urut 7 dari dapil Pondok Gede dan sekitarnya, menyampaikan bahwa dirinya hanyalah menjalankan tugas yang diamanahkan musyawaah partai saat ditanya mengapa ia mengikuti pencalegan DPRD II Kota Bekasi. Ustadz yang pernah bekerja sebagai desainer grafis di majalah Sabili yang cukup terkenal dan besar oplagnya itu di kalangan ikhwan itu, mempunyai niat akan mendirikan penerbitan koran harian di Kota Bekasi. Bang Tamin demikian penulis memanggilnya ini, adalah seorang mentor yang cukup dekat dengan binaanya dan terkenal cukup humoris ini, ia menegaskan justru membuat sebuah harian itu bisa sangat menantang, karena kita akan selalu dikejar deadline setiap hari. Tantangan seperti ini lah ia mau cari untuk tujuannya mengembangkan dunia media informasi untuk wilayah Bekasi. Dengan pengalamannya yang telah puluhan tahun di majalah Sabili, bahkan ia juga menceritakan turut membidani beberapa majalah Islami seperti Tarbawi, dia berharap nanti bila memang ada rezeki dari Allah, akan membuat sebuah harian yang arah dan idealismenya tidak jauh berbeda dengan Sabili. Namun lebih menekankan berita yang up to date dan hangat sangat disajikan ke seluruh lapisan masyarakat Bekasi, baik kota dan kabupaten tentunya.
Keinginannya yang besar dan mulia ini, penulis tanggapi sangat serius, karena ini berkaitan erat dengan media kami Global Bekasi Hot News yang juga bersifat harian dan deadline setiap hari hanya berbeda format penyajian. Kami pun berdua mengenang masa lalu, karena kami memang sudah kenal sejak 25 tahun yang lalu, tepatnya saat penulis masih duduk SMA, dan bang Tamin kuliah serta menjadi instruktor Pesantren Kilat yang diadakan PII (Pelajar Islam Indonesia) sebuah organisasi kepemudaan yang menjadi cikal bakal pergerakan Ikhwanul Muslimin dan kader-kadernya banyak yang terjun ke PKS serta partai-partai lainnya.
Bang Tamin juga menceritakan sekalipun dia mendapat nomor urut 7, perjuangannya menjadi caleg adalah bagian dari amanat partai dan ibadah selaku seorang kader yang tak boleh brhenti semangat berjuangnya sampai kapanpun. Namun begitu PKS, khususnya untuk daerah pemilihan PondokGede dan sekitarnya hanya menargetkan 4 kursi. Sebuah target yang cukup besar dan tak bisa berpangku tangan dalam memperolehnya. Ia pun tersenyum semangat saat mengakhiri pembicaraan, karena acara BErbuka Puasa Bersama dalam Berbagi Kebahagiaan dengan Kaum Dhu'afa yang diadakan PKS dengan tamu khusus Ust H. Ahmad Syaikhu itu segera akan dimulai. (Sidik Rijal)
Posting Komentar