Setelah dapat dipastikan bahwa Ketua DPRD yang terpilih dan mendapat persetujuan dari pengurus pusat partai pemenang, yakni H. Azhar Laena dari partai Demokrat, maka pastilah posisi jabatan Ketua Komisi menjadi rebutan dari beberapa fraksi.
Untuk Komisi A, tidaklah begitu santer diperebutkan oleh fraksi, namun komisi-komisi lain yang panas menjadi rebutan fraksi. Taruhlah Komisi B, yakni komisi yang membidangi pembangunan sudah dapat dipastikan akan diperebutkan antara partai Golkar dan partai pemenang Demokrat.
Sedangkan Komisi D, sudah dapat dipastikan memang menjadi target bagi fraksi PKS, sebagaimana halnya pada periode sebelumnya untuk memegang posisi sebagai Ketua Komisi yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan ini.
Zaiman M. Affan, salah seorang anggota dewan dari fraksi partai Demokrat menyatakan kepada dobeldobel.com bahwa pertimbangan untuk menduduki posisi Ketua Komisi memang sudah dan sedang dimusyawarahkan oleh partai, yang ada kini adalah bagaimana melakukan lobi-lobi dengan partai lain, ujarnya pada satu kesempatan di depan Gedung DPRD Kota beberapa waktu yang lewat.
Tumai, wakil rakyat dari fraksi PDIP menyatakan bahwa perebutan posisi Ketua Komisi di DPRD Kota Bekasi tidak saja diperebutkan oleh partai pemenang, tapi juga fraksi lain. Termasuk dalam hal ini PDIP sedang mengupayakan melalui jalur lobi-lobi dan itu adalah hal yang sah-sah saja, jawabnya kepada dobeldobel.com via HPnya.
H. Yusuf Nasih, S.Sos dari fraksi Golkar membantah adanya rebutan jabatan Komisi di DPRD Kota Bekasi, karena penentuan Ketua Komisi kan berdasarkan pilihan anggota DPRD, jawabnya pada satu kesempatan melalui sms dari HPnya.
Sidik Rizal - kotabekasihotnews.com

Posting Komentar