BIAR BAGAIMANAPUN MEREKA DALAM PROSES BELAJAR UNTUK MENJADI ORANG BESAR DI KEMUDIAN HARI
H. SUPRATMAN, SE. Caleg PKPI No.1
DPR RI dapil Kota Bekasi & Depok
Bekasi, dobeldobel.com
Mewawancarai seorang ketua partai tidaklah sesulit seperti yang dikuatirkan oleh banyak wartawan. Mungkin protokoler yang menjadi "sumber" keengganan para kuli flashdisk gak akan ditemui saat orang-orang besar itu masih "calon" atau "bakal".
Itulah sebabnya saya lebih senang memburu caleg atau kandidat pilkada atau pilpres. Daripada menuliskan berita mereka saat mereka telah duduk di kursi jabatan. Bisa bayangin kan kenapa?
![]() |
| H. Supratman Caleg DPR RI |
Orang itu adalah H. Supratman, SE. MH. calon anggota legislatif DPR RI dari PKPI no.1 dapil Jabar VI: Kota Bekasi & Depok. Menurut Supratman (sebentar ya, saya kok jadi ingat film superhero... Pasti masa mudanya dia dipanggil Supratboy), sistem pemilu 2009 ini memang sangat jauh berbeda dengan tahun 2004. Kalau dulu 2004 rakyat terpaksa memilih partai untuk calon-calon wakil mereka di dewan, maka sekarang 2009 rakyat lebih jelas memilih figur-figur yang LEBIH dikenal dan langsung.
Dan bagaimana setiap partai menyikapinya dengan caranya sendiri. Bila di partai lain memberikan penghargaan buat caleg yang telah berjuang namun gagal mencapai BPP kemudian tidak mendapatkan kursi karena harus diberikan kepada caleg dengan perolehan suara terbanyak, maka partai akan mengganti mereka dengan uang jasa (apresiasi) sesuai dengan jumlah suara yang diperolehnya.
Lain dengan PKPI Kota Bekasi, walaua tak tertulis di dalam aturan main (AD/ART kepartaian), tapi wacana "saling pengertian" buat caleg-caleg yang telah berhasil memperoleh suara banyak (tapi bukan terbanyak) sehingga memberikan sumbangan yang berarti buat caleg lain samapai mendapatkan satu kursi. Maka untuk diharapkan caleg yang ditunjuk partai untuk menduduki kursi tersebut memberikan "uang jasa" terhadap prestasi caleg lainnya sesuai dengan jumlah suara perolehannya.
Namun itu semua masih wacana. Kebijakan partai tentunya ditentukan dalam rapat kerja dan rapat partai di berbagai tingkatan daerah.
Bagi
saya, H. Supratman, yang juga selaku Ketua DPC PKPI Kota Bekasi
memberikan harapan buat caleg-caleg lainnya di tingkat Kota dan
Propinsi. Itulah sebabnya banyak caleg-calegnya di tingkat DPRD II Kota
Bekasi yang muda usia. Bahkan anaknya pun diberi kesempatan, walau
harapn untuk mendapatkan kursi tidaklah sebesar caleg-caleg dari partai
lain. Namun hal itu tidak mengecilkan harapan mereka, karena bagi
penggemar olah raga sepak bola dari kecil ini, dia ungkapkan bahwa,
"Sekarang inilah kesempatan buat mereka untuk memulai sesuatu di dunia
politik. Usia mereka kan masih muda, masih punya langkah panjang di masa
mendatang. Di sini lah proses pembelajaran buat mereka!".Hal ini tentunya bisa dimaklumi, karena semasa mudanya, sang kontraktor ini saat bekerja pertama kali di United Tracot (Industri alat berat Astra Group) karena prestasinya bermain bola. Perusahaan besar nasional itu memberikan kesempatan padanya di usianya yang sangat muda, 21 tahun. Karena perusahaan ingin memilik pemain bola berbakat yang profesional, akhirnya Supratman muda (dulu mungkin namanya Supratboy, kali yah???) bekerja sebagai staf administrasi keuangan. Mulai dari tingkatan terbawah hingga 15 tahun kemudian menjadi Kepala Cabang UT di daerah.
Karena pengalaman itulah maka dia sangat menghargai anak muda yang kreatif dan mau berjuang dari muda. Hal ini juga mempengaruhi pandangan politisnya saat dia menjabat menjadi Kertua DPC PKPI di Kota Bekasi. Semua generasi muda harus diberi kesempatan. Karena dari merekalah nanti negara ini akan dipimpin. Hal ini juga dipengaruhi oleh kekagumannya pada sosok Bung Hatta dan putrinya, Dr. Meutia Hatta.
Adanya perbedaan pemilu di tahun 2004 dengan 2009, Supratman yang menilai bila 2004 kita lebih memilih partai, sehingga partainya mempersiapkan kader-kadernya untuk no.1 dan berkualitas atau tidak maka mereka akan dapat dipastikan duduk di dewan saat setelah partai berhasil memeperoleh BPP. Tidak halnya dengan pemilu tahun 2009, dimana rakyat lebih memlih orangnya. \
Sidik Rizal - webrizal.com



Posting Komentar