Enam Tahun Yang Lalu, Gubernur Sutiyoso Nyaris Diseret Pengadilan Australia

Perlakuan Tak Menyenangkan oleh Polisi Australia



Metrotvnews.com, Jakarta
Hubungan pemerintah Indonesia dan Australia tengah memanas. Penyebabnya ialah skandal penyadapan yang dilakukan 'Negeri Kangguru' terhadap sejumlah pejabat Indonesia. Namun, bukan kali ini saja hubungan kedua pemerintah memburuk. Enam tahun lalu, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pernah mendapat perlakuan kurang menyenangkan.

Sutiyoso yang tengah berada di kamar penginapan di Sydney untuk memenuhi undangan pemerintah negara bagian New South Wales tiba-tiba didatangi polisi setempat. Ia diminta untuk menghadap Pengadilan New South Wales untuk memberi keterangan tentang kasus terbunuhnya lima wartawan asing dalam Peristiwa di Balibo, Timor Timur 1975 lalu.

Perbuatan Australia Selasa, 29 Mei 2007 itu sempat menimbulkan reaksi marah. Karena biar bagaimanapun, Sutiyoso hadiri sebagai perwakilan resmi Indonesia. Kementerian Luar Negeri telah mengambil langkah-langkah diplomatik dan menyampaikan saran posisi pemerintah federal kepada pengadilan Australia bahwa sebagai pejabat asing Gubernur Sutiyoso tidak bisa dipanggil oleh atau untuk menghadap pengadilan.

Situasi itu pun tidak berkepanjangan karena Kepala Pemerintah Negara Bagian (Premier) New South Wales (NSW), Morris Iemma, mengirim surat permintaan maaf resminya kepada Sutiyoso atas perlakuan tidak pantas tersebut.

Akibat insiden yang terjadi di kamar Hotel Shangri-La Sydney No 3107 tersebut, Sutiyoso dan rombongan langsung mempercepat kunjungannya.

Namun menurut H. Supratman, SE.MH. hal ini memang sudah direncanakan oleh pihak Australia. Begitu sekelompok wartawan Australia, mengetahui bahwa Sutiyoso hadir dalam acara Kementrian Luar Negeri RI tersebut.

Sang caleg DPR RI pun menambahkan, bahwa yang disangkakan kepada Sutiyoso pada saat itu adalah pelanggaran HAM yang pernah dilakukannya saat menjabat Danjen Kopassus ketika bertugas mengatasi masalah kerusuhan di Timor-Timur, KasusBalibo, dengan tewasnya beberapa wartawan Australia.

"Tentu saja hal ini tidak benar, biar lebih tahu lagi, coba saja baca bukunya 'Sutiyoso, The Field General', untuk hal yang lebih rinci apa yang sebenarnya terjadi di sana pada saat itu." imbuh caleg DPR RI beranak 2 ini seperti halnya Sutiyoso.

Pada 29 Mei 2007, ia didatangi polisi New South Wales di kamar hotelnya dan diminta untuk menghadiri sidang terkait dengan kasus terbunuhnya lima wartawan asing di Balibo, Timor Timur pada tahun 1975. Dua polisi federal, yaitu Sersan Steve Thomas dan detektif senior Constable Scrzvens menerobos masuk ke kamar hotel tempatnya menginap di Hotel Shangri-La, Sydney.

Atas insiden itu, Sutiyoso menuntut Pemerintah Australia memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas pelecehan yang dilakukan polisi federal Australia. Sikap polisi yang menerobos masuk ke dalam kamar hotel tempatnya menginap dan memaksananya menandatangani surat panggilan dinilai tidak senonoh. Apalagi, ia berada di Australia sebagai pejabat negara resmi atas undangan resmi.

Pada 31 Mei 2007, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, menyampaikan surat permintaan maaf dari Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW), Morris Iemma.

Editor: Irvan Sihombing - MetroTVnews.com (Berbagai sumber)
Penyunting akhir : Sidik Rizal - hasil interview dengan H.Supratman, SE.MH.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama