Menjelang Pemilu saat di Bulan Suci Ramadhan

Editorial Ramadhan 1429 H, Oktober 2008

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kita di penghujung tahun 2008 dan pas saat di bulan paling dinantikan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia, bulan penuh KESEMPATAN untuk memperbaiki dan bulan penuh peluang untuk memperbaiki diri.



Pilkada dKota Bekasi telah berlalu beberapa bulan, dan realisasi dari janji-janji sang pemenang pilkada jelas amat dinantikan dan mungkin sedang berjalan cepat atau lambat. Pemilu 2009 yang juga akan menentukan calon legislatif DPRD Kota Bekasi juga saat ini mendapatkan kesempatan untuk "dibloehkan" mencuri start kampanye lunak. Mulai dari pemasangan spanduk ucapan "Marhaban Ya Ramdhan" (bahkan oleh orang kalangan non Muslim yang memanfaatkan momentum ini). Artinya apa? Secara tidak langsung, terbuktilah bahwa bulan Ramadhan memang memberikan berkah tersendiri bagi seluruh umat manusia, tidak perduli apa latar belakang keimanan mereka.

Maaf saja bila saya katakan demikian, hal ini sesuai dengan apa yang dinayatakan dalam banyak hadits qudsi dan ayat-ayat Al-Qur'an, bahwa Islam memang memberikan rahmat bagi seluruh isi semesta alam. Tidak perduli mereka menerima atau tidak ajaran Islam itu sendiri, mereka tunduk atau tidak patuh, apakah mereka itu golongan muslim atau non muslim, beriman atau tidak beriman... semuanya mendapatkan manfaat dan kasihnya Allah yang Maha Rahman, Maha memberikan kepada semua hambanya tanpa terkecuali.

Cuma yang jadi masalah apakah mereka akan juga mendapatkan sayangnya Allah SWT yang merupakan sifat wajib Allah yang Maha Rahiim? Nah ini memerlukan catatan dan pembahasan tersendiri buat kita cermati. Siapakah saja yang akan mendapatkan kerahiiman Allah Sang Pemilik semesta Alam ini?

Ramadhan, sebuah ruang waktu yang memberikan peluang bagi kita untuk meraih yang apa pernah Allah tawarkan, khususnya buat mereka yang menjalankan ibadah puasa. Kenapa begitu? Karena hanya ibadah puasa sajalah yang akan langsung dibalaskan Allah. Bila ibadah lain, seperti sholat, zakat, shodaqoh, dan lainnya itu untuk kita pahalanya yang terasa langsung, maka hanya puasalah yang manusia (orang beriman) lakukan untuk Allah semata.

Sekalipun begitu, akan menjadi tergantunglah amalan puasa kita, bila kita tidak membayar zakat. Maka kesempurnaan puasa kita akan dilengkapi dengan zakat fitrah di akhir bulan Ramadhan ini. (sayang ini akan dibahas pada kesempatan lain).

Kembali ke masalah pemilu dan kesempatan kampanye lembut atau "Soft Campaign" dengan bertebarnya spanduk "Marhaban Ramadhan", bahkan spanduk juga akan ramai dan marak "spanduk Selamat Hari Raya Iedul Fitri" ataupun Kartu Lebaran yang bisa menjadi peluang untuk melakukan komunikasi efektif memanfaatkan momentum bulan mulia se4bagai ajang kampanye terselubung ini.

Saya tidak mengatakan salah atau tidak pantas, karena ini berhubungan dengan sudut pandang dan cara pandang kita masing-masing. Dalam ajaran Islam sendiri, hal ini tidaklah merupakan satu yang dilarang, yaitu mengucapkan selamat baik itu saat awal Ramadhan maupun menjelang akhir Ramdhan. Sepanjang yang dicontohkan Rasulullah s.a.w. sendiri dengan mengucapkan "Taqabballaahu minna wa minkum" kemudian dijawab dengan balasan "Taqabbal Ya Kariim", artinya kita memang harus selalu menyebarkan salam setiap saat. Dan inilah kata sukses dari makna kemenangan itu sendiri. Dan tentunya ini adalah ilmiah dan sangat Islami.

Semua yang menjadi sandaran hukum duniawi pasti merupakan ketentuan alamiah yang tak bisa ditawar. menebarkan salam, seperti halnya yang sering dilakukan oleh para semut (makhluq Allah yang paling kecil tampak di mata kita) namun bisa memberikan pelajaran, bahwa menebarkan salam, menyambung tali silaturrahmi memang dapat membuat kita menang dalam segala hal. Ingat, beberapa hal yang membuat manusia akan selalu dikenang/panjang umur, yaitu menyambung tali silaturrahmi, menebarkan salam.

Maka, wacana inilah yang akan saya jadikan tema wawancara saya dengan tokoh masyarakat, anggota dewan terhormat di DPRD Kota Bekasi, beberapa pejabat Eksekutif Kota Bekasi dan Tokoh Masyarakat lainnya. Insya Allah dari wawancara ini akan terciptalah sebuah komunikasi interaktif langsung dengan sumber wawancara saya. Bahkan bilamana perlu akan saya berikan nomor telepon langsung (apabila diizinkan oleh pemilik nama yang akan saya wawancarai di blog ini).

Untuk sementara ini, hanya nomor telepon saya saja yang akan cantumkan tentang wacana editorial akhir Ramadhan menjelang Iedul Fitri saat para Anggota Masyarakat berpartisipasi dalam dunia politik skala kecil.

Sidik Rijal @ +6221.9346.1965
e-mail =
bekasikukotaku@gmail.com
bekasiku_kotaku@yahoo.com
==========================================================


100 Hari Janji Mochtar Mohamad

Posted by D'Bratha in



HASIL rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Bekasi, tentang penetapan hasil Pemilihan Kepala Daerah Secara langsung (Pilkada) Kota Bekasi pada hari Minggu (2/2) tak memberikan kejutan baru. Pasangan Mochtar Mohamad dan Rahmat Effendi akan memimpin Kota Bekasi lima tahun ke depan (2008-2013). Pasangan yang dikenal Murah ini mendapatkan jumlah suara sebesar 368.940, mengungguli pasangan Ahmad Syaikhu-Kamaludin Djaeni (Suka) yang mendapat 303.209 suara. Sedangkan pasangan Awing Asmawi-Ronny Hermawan (Wiro) hanya mampu mendulang suara sebesar 57.239 dari jumlah total 729.388 pemilih.

Lawan-lawan Murah selama pilkada, pada prinsipnya sudah mengakui hasil pilihan rakyat Kota Bekasi. Pasangan Ahmad Syaikhu dan Kamaludin Jaeni atau disingkat Suka sebagai pesaing kuat, diwakili H.M. Syaifuddaulah, S.H., menyatakan, proses demokrasi telah berjalan secara damai, walau banyak hal yang menodai pelaksanaan Pilkada. "Banyak pelanggaran yang kami temukan dan serangkaian tindakan yang tidak terpuji, seperti black campaign melalui selebaran gelap dan VCD. Juga pembagian amplop dan media massa bergambar salah satu pasangan calon pada masa tenang," kata Syaifuddaulah, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Advokasi pasangan Suka.

Lebih lanjut Syaiful mengimbau agar semua pihak dapat mengambil pelajaran dari proses pilkada yang sudah berlangsung damai dan legitimate. PKS pun menyatakan siap bekerja sama dengan pasangan terpilih untuk membangun Kota Bekasi ke depan. Sementara itu, menanggapi hasil keputusan KPU, Mochtar Mohamad yang akan memangku jabatan wali kota Bekasi mengatakan, dia tidak mungkin membangun Kota Bekasi tanpa bantuan banyak pihak terutama dari partai PKS dan Demokrat. "Saya sudah menghubungi Pak Syaikhu dan Awing, dan mereka sepakat dengan apa yang saya pikirkan untuk membangun Bekasi secara bersama," ujar dia.

Ketika disinggung masalah program pendidikan dan kesehatan gratis yang ditawarkan saat kampanye. Mochtar mengatakan hal tersebut akan menjadi prioritas dalam 100 hari masa pemerintahannya. Langkah pertama yang akan dilakukannya adalah penyiapan infrastruktur kebijakan berupa peraturan daerah (perda) tentang pendidikan dan kesehatan.Untuk pendidikan disiapkan anggaran Rp 81 miliar yang Rp 61 miliar di antaranya merupakan subsidi dari kebijakan yang selama ini sudah ada. Rinciannya, bantuan anggaran pemerintah daerah untuk siswa sebesar Rp 30.000,00, dan dari BOS sebesar Rp 20.000,00. "Berarti total bantuan seluruhnya adalah Rp 50.000,00 per siswa. Kebijakan ini berlaku untuk wajib belajar 9 tahun," kata Mochtar.

Drs. Abdul Khoir, M.Pd., akademisi dari Universitas 45 Bekasi mengatakan, pada prinsipnya program tersebut sangat bagus, hanya jangan sampai alokasi dana untuk APBD pendidikan dan kesehatan, menganggu pos anggaran lain."Yang juga sangat penting adalah pembangunan infrastruktur jalan sebagai akses utama ekonomi masyarakat dan sarana publik," kata Khoir, yang juga sekjen BKMB (Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi).

Selain itu, dalam program kerja 100 harinya, Mochtar telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, antara lain, dengan membuka tempat pengaduan untuk warga yang masih dipungut bayaran. Kepada para kepala sekolah pun Wali Kota Mochtar akan membuat MoU untuk mengantisipasi penyalahgunaan jabatan dan tindakan yang tidak sesuai dengan visi pendidikan gratis. "Jika sampai ada kepala sekolah yang berani menyalahgunakan jabatannya, kami tidak segan-segan memecatnya," kata pria kelahiran Gorontalo tersebut.

Disinggung mengenai adanya rumor mutasi besar-besaran yang akan dilakukannya pasca pelantikan, secara diplomatis Mochtar menjawab tidak akan melakukan restrukturisasi birokrasi pemerintahan selama jangka waktu 100 hari ke depan. Hal ini dimaksudkan untuk melanjutkan program kerja yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Menempatkan tenaga profesional di tempat strategis perlu waktu.

Sedangkan bidang kesehatan yang diusungnya, Mochtar berjanji akan menggratiskan seluruh biaya mulai dari pendaftaran, tindakan dan obat di seluruh puskesmas yang ada di Kota Bekasi dengan alokasi dana APBD yang disiapkan sebesar Rp 18 Milyar selama satu tahun. "Program kesehatan ini benar-benar untuk pasien yang mempunyai KTP Kota Bekasi," ujar Mochtar.

Menanggapi program kesehatan gratis, Dra. Neneng Nurman, MARS selaku pengurus Asosiasi Rumah Sakit Swasta Kota Bekasi (ARSSI) yang sekaligus juga Direktur Umum RS Bhakti Kartini mengungkapkan, bahwa yang terpenting adalah pelaksanaan konsep, sebab ruang lingkup kesehatan gratis itu sangat luas, mulai dari jenis penyakit dan keluarga yang mendapat keringanan tersebut. "Apakah disemua lini pelayanan kesehatan atau hanya berlaku di Puskesmas, sebab sampai hari ini anggota ARSSI belum mendapatkan konfirmasi tentang konsep ini," ungkapnya.


Post a Comment

أحدث أقدم