Pertarungan dalam Kampanye dengan senjata Visi, Misi dan Program di Pemilu Kota Bekasi 2009


Sebuah keniscayaan bahwa masyarakat di manapun di wilayah Indonesia semakin hari semakin cerdas dengan pengalaman politik selama beberapa dekade belakangan ini. Mereka kini semakin pandai memilih siapa calon wakil mereka di tingkat DPRD maupun DPR RI. Sungguh banyak lapisan masyarakat yang mulai mengerti bahwa politik terkadang kejam bahkan bisa juga mengasyikkan dan menguntungkan buat kalangan tertentu. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan momentum dan suasana kondisi yang ada di lapangan.

Kalau ada yang berpendapat, bahwa rakyat adalah komandan yang sebenarnya dalam alam demokrasi di era pasca reformasi ini, seperti pendapat Lilik Hariyoso, kepada Global Bekasi Hot News, dia menyikapinya dengan bagaimana membuka keran akses yang selbar-lebarnya kepada masyarakat kota Bekasi untuk bisa bertemu dia dan menyampaikan aspirasi mereka. Itulah sebabnya kenapa ia bisa membuka open-house di rumahnya nyaris 24 jam penuh asal segala kepentingan dan kebutuhan rakyat yang secara bottom-up bisa ia dapatkan sebagai umpan balik dari top-down perintah partai yang menurutnya haruslah saling menerima dan memberi serta saling menguntungkan. Lebih jauh ia mengkampanyekan bahwa ia pribadi lebih mengutamakan wong cilik agar tugasnya sebagai wakil rakyat benar menjadi kenyataan dan terbukti.

Lain lagi dengan pendapat Thamrin Usman, saat ditemui di rumahnya, ia merasa bahwa tugas seorang wakil rakyat bukan saja saat mereka duduk di kursi dewan dan sedang menjalankan tugasnya di kantor dewan, tapi bisa juga dengan membantu sosialisasi program pemerintah secara pribadi ke tengah masyarakat tanpa mengambil keuntungan pribadi secara materil. Misalnya dia membantu masyarakat kota Bekasi untuk mendapat kemudahan informasi dan pelayanan KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang memang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Bank-bank Pemerintah, dengan begitu banyak sudah rakyat yang diuntungkan apalagi mereka pada umumnya memang belum tahu. Bahkan ia menyatakan sudah sedikitnya 20 nasabah baru buat BRI yang ia bantu untuk memeperoleh KUR. Sedangkan BRI sendiri sebetulnya sudah melampaui batas target pencapaian KUR yang 2500 nasabah KUR menjadi 3000 nasabah, dimana Kredit berbunga lunak itu mulai dari 1.000.000 hingga 5.000.000 rupiah. Sungguh satu simbiosa yang saling menguntungkan. Belum lagi dia juga menarik masyarakat sekitarnya agar bisa mendapatkan asuransi kecelakaan di Bumida, sekali lagi Thamrin melakukan tindakan nyata yang terasa langsung manfaatnya buat para pendukungnya tanpa harus terlibat dalam money politics yang ditengarai memang paling sering dilakukan kebanyakan para politisi.

Bagaimana lagi dengan tindakan yang dilakukan politisi muda seperti, Yusrizal, SH. dengan melakukan kegiatan Fogging di beberapa RT di RW wilayah daerah Pemilihannya di Bekasi Timur, Duren Jaya & Cerewet. Tindakan Pengasapan yang dilakukannya benar-benar secara cermat dia dokumentasikan dan kemudian ia tawarkan kepada para pendukungnya agar bisa disosialisasikan ke warga lain sekitarnya. Langkah yang juga bisa dibilang lumayan cerdik, sekalipun ditanggapi oleh lawan politiknya sebagai tindakan yang kurang merata dan hanya untuk warga terdekat dengan wilayah rumahnya saja.

Post a Comment

أحدث أقدم