SAR Cari Lagi 5 Warga Bekasi di Gunung Ciremai
KUNINGAN (Pos Kota) - Fredy satu di antara pendaki di Gunung Ciremai yang selamat karena ditemukan tim SAR, Selasa (26/5) siang kembali diajak mendaki gunung tertinggi di Jawa Barat itu untuk menunjukan lokasi kemungkinan keberadaan lima rekannya yang kini belum diketahui rimbanya.
Sebelumnya Fredi sempat mendapatkan perawatan dari pihak rumah sakit 45 Kuningan, Jawa Barat. Namun karena kesehatan Fredi sudah membaik, diapun kemudian kembali menapaki jejak kaki Ciremai bersama 26 anggota SAR.
Info di Pos Pendakian Palutungan, anggota tim SAR yang tengah melakukan penyisiran sejauh ini belum menemukan keberadaan lima pendaki warga Bekasi itu, masing-masing Iwan, 37, warga Duren Jaya, Didi Rusmana ,27, warga Rawa Aren, Darso 35 warga Tambun, Abdul Hatni ,30, warga Aren Jaya, dan Gembong ,27, warga Bekasi. Namun tanda-tanda yang sempat didapat yakni bungkus mie instan dan senter yang diduga milik lima pendaki tersebut.
Menurut Avo Juhartono dari Aktifis Anak Rimba (AKAR) Kuningan di Pos Pendakian Palutungan mengungkapkan, para pendaki berangkat memulai pendakian melalui Jalur Palutungan. Perjalanan mereka sempat mulus, namun begitu akan pulang, rombongan ini mencoba melalui jalur Linggarjati.
“Jalur Palutungan dan Linggarjati sudah disisir semua dan hasilnya nihil, artinya mereka berada diantara kedua jalur tersebut,” tutur Avo yang sudah belasan tahun menjadi aktifis lingkungan di Gunung Ciremai.
Seperti yang sudah-suah, lanjut Avo, proses pencarian para pendaki yang tersesat (hilang, red) di Gunung Ciremai memakan waktu 3-7 hari. Namun dia tetap optimis kelima pendaki ini bisa ditemukan, hanya saja soal waktus erta kendisi saat ditemukan dia tidak memberikan gambaran kemungkinan yang bakal terjadi.
“Kami hanya bisa mengatahui jika perbekalan mereka dipastikan sudah habis. Karena ketika Fredi berpisah dengan rekan-rekannya tiga hari lalu, saat itu perbekalan yang tersisa hanya dua bungkus mie instant dan satu botol air mineral,” tegasnya.
Kapolres Kuningan, AKBP Nurullah ketika dikonfimasi mengungkapkan, saat ini ada sekitar anggota tim SAR yang sudah berada diatas untuk melakukan pencarian. Dan pencarian yang diberangkatkan pada Selasa (26/5) siang sengaja mengajak Fredi dengan harapan menemukan titik perpisahan mereka sebelumnya,” kata Kapolres.
Dijelaskan, semua perlengkapan dan perbekalan sudah dipersiapan secara matang, Fredi dan nggota tim SAR kembali akan bermalam disana dan terus melakukan pencarian. “Fredi akan bermalam disana,” tegasnya.
Dilain pihak, Kepala Operasional (Kaops) SAR Jakarta mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan satu heli untuk melakukan pencarian. Hanya saja pada Selasa kemarin heli tersebut belum dioperasikan karena cuaca dis ekitar kaki Ciremai tidak mendukung.
“Heli sudah stanby di Jakarta, sebenarnya hari ini juga mau dioperasikan hanya saja cuacanya tidak mendukung,” katanya.
Sementara itu pantauan dilapangan pada Selasa kemarin, pos utama pencarian pendaki yang hilang dialihkan ke Pos Pendakian Palutungan yang sebelumnya dipusatkan di pos pendakian Linggarjati.
Dukungan sejumlah pihak terutama dari Pemkab Kuningan terkait dengan proses pencarian para korban terasa kuat. Bahkan akomodasi dan perbekalan untuk tim pun sudah disediakan.
(darman/sir)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berita terkait: Kamis, 28 Mei 2009, 10:18 WIB
Pencarian juga lewat udara. "Rencananya ada ada helikopter dari Badan SAR Nasional."
Pendaki yang Hilang Tinggalkan Surat di Pohon
VIVAnews - Sampai pagi ini, kelima pendaki yang hilang di Gunung Ciremai, Jawa Barat belum juga ditemukan. Namun, tim evakuasi menemukan petunjuk keberadaan mereka, yakni sebuah surat dari para pendaki yang hilang.
Staf Taman Nasional Gunung Ciremai, Sahudin mengatakan tim pencari menemukan sebuah surat yang ditaruh di sebuah pohon. "Dalam surat itu mereka mengatakan sedang menelusuri sungai kering yang ada di Gunung Ciremai," kata Sahudin kepada VIVAnews, Kamis 28 Mei 2009.
Tim pencari, kata Sahudin, lantas menelusuri sungai kering sesuai petunjuk para pendaki yang hilang. "Namun, ketika ditelusuri nggak ketemu," tambah Sahudin.
Ditambahkan dia, tim pencari hari ini terus bergerak untuk menemukan para pendaki yang masih hilang. Pencarian, kata dia, juga akan dilakukan lewat udara. "Rencananya ada ada helikopter dari Badan SAR Nasional," tambah dia.
Lima pendaki yang masih dinyatakan hilang adalah Iwan (35) warga Perumnas III Bekasi, Dedi (28) warga Perumnas III, Bekasi, Darso (36) warga Perumnas Master, Karangsatria, Tambun Selatan, Abdul Hatni (33) warga Perumnas III, Jalan Maluku, Bekasi, dan Gembong (27) warga Jalan Irigasi, Margahayu, Bekasi Timur.
Menurut keterangan, para pendaki yang merupakan grup pengajian berangkat bersama-sama menuju puncak Gunung Ciremai pada Jumat 22 Mei 2009, mereka menggunakan jalur resmi pendakian.
Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Mukhtadin Nafari mengatakan tim pencari berusaha menemukan para pendaki secepatnya. Sebab, menurut keterangan dua orang yang selamat yakni Fredy (27) pemandu lokal yang beralamat di Desa Cupang, Cirebon dan Widi (35), warga Perumnas Master, Karangsatria, Tambun Selatan, kelima rekannya dalam keadaan lemas.
Saking lemasnya, kelimanya tidak bisa bergerak. Fredy dan Widi lantas meninggalkan mereka di sebuah ceruk, lalu keduanya turun mencari bantuan. "Jika tidak cepat ditemukan, mungkin ada yang tewas," kata Mukhtadin Selasa 26 Mei 2009.
Gunung Ciremai secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Gunung tersebut memiliki ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lima pendaki dalam keadaan lemas. "Jika tidak cepat ditemukan, mungkin ada yang tewas."
"Para Pendaki Harus Ditemukan Hari Ini"
VIVAnews - Sampai tadi malam, lima pendaki masih dinyatakan hilang di Gunung Ciremai, Jawa Barat. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Mukhtadin Nafari, pemerintah berinisiatif membentuk tim gabungan untuk mencari mereka.
"Tim gabungan memaksakan hari ini harus ketemu," kata Mukhtadin ketika dihubungi VIVAnews, Selasa 26 Mei 2009. Seba, menurut keterangan dua orang yang selamat yakni Fredy (27) pemandu lokal yang beralamat di Desa Cupang, Cirebon dan Widi (35), warga Perumnas Master, Karangsatria, Tambun Selatan, kelima rekannya dalam keadaan lemas.
Saking lemasnya, kelimanya tidak bisa bergerak. Fredy dan Widi lantas meninggalkan mereka di sebuah ceruk, lalu keduanya turun mencari bantuan. "Jika tidak cepat ditemukan, mungkin ada yang tewas," kata Mukhtadin.
Ditambahkan dia, tim saat ini bergerak cepat. Sejak pagi tadi, tim gabungan yang terdiri dari Wanadri, SAR, tim kesehatan, TNI, satuan kehutanan, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, dan sejumlah sukarelawan sudah naik gunung mencari keberadaan kelima pendaki yang tewas tersebut. "Kami harus bertindak cepat," tambah dia.
Lima pendaki yang masih dinyatakan hilang adalah Iwan (35) warga Perumnas III Bekasi, Dedi (28) warga Perumnas III, Bekasi, Darso (36) warga Perumnas Master, Karangsatria, Tambun Selatan, Abdul Hatni (33) warga Perumnas III, Jalan Maluku, Bekasi, dan Gembong (27) warga Jalan Irigasi, Margahayu, Bekasi Timur.
Menurut keterangan, para pendaki yang merupakan grup pengajian berangkat bersama-sama menuju puncak Gunung Ciremai pada Jumat 22 Mei 2009, mereka menggunakan jalur resmi pendakian.
Gunung Ciremai secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Gunung tersebut memiliki ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut.
-------------------------------------------------------------------------------
7 Kader PKS Hilang di Ceremai
[BEKASI] Tujuh warga Bekasi yang sebagian besar merupakan mahasiswa dan pelajar yang akan mengikuti pembinaan dan pelatihan organisasi kepemudaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), hilang di Gunung Ceremai, Kuningan, Jawa Barat. Hampir lima hari, orang tua dan kerabat para pendaki kehilangan kontak. Terakhir dilaporkan, dua dari tujuh pendaki terperosok ke jurang.
"Saya sangat khawatir. Karena, tidak ada informasi mengenai keberadaan anak saya. Sekarang kakak dan teman-teman Didi sudah berada di Posko Gunung Ceremai. Tapi belum ada petunjuk di mana mereka berada," ujar Hamid, kakak kandung Dedi yang hilang bersama rekan-rekannya kepada SP di Jakarta, Senin (25/5) pagi.
Saat ini, berdasarkan informasi tim gabungan di bawah Tim SAR Taman Nasional Gunung Ceremai, tengah melakukan pencarian. Tim pencari dibagi dalam tiga tim. Tim pertama bergerak hingga ketinggian 2.000 meter untuk membawa makanan, tim kedua akan berada di atas ketinggian 1.000 meter untuk membawa para pendaki ke tim ketiga. Sedangkan tim ketiga yang akan mengevakuasi para pendaki turun ke bawah.
Tujuh pendaki tersebut sebenarnya adalah anggota pengajian yang hanya membeli karcis untuk berkemah. "Mereka melakukan pendakian melalui jalur Palutungan," kata Kepala Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Muhtadin Nafari.
Menurut peraturan, jika seseorang ingin melakukan pendakian, maka mereka harus membeli karcis pendakian, yang kemudian akan mendaki dengan ditemani pemandu lokal. Tujuh pendaki itu, Didi Kusman warga Rawa Aren, Bekasi yang diketahui sebagai ketua regu, Iwan warga Duren Jaya, Bekasi Timur, Widhi dan Darso warga Tambun Bekasi, Abdul Hatni dan Gembong warga Bekasi Timur, serta Fredi pemandu asal Cirebon. Dari hubungan melalui telepon selular diketahui dua orang jatuh ke jurang, satu di antaranya mengalami luka yang cukup parah yaitu Iwan, warga Duren Jaya Bekasi Timur.
Namun untuk mencapai ketinggian 2.000 meter itu tidak mudah, dibutuhkan waktu antara 7-8 jam jika cuaca memungkinkan. Proses pencarian diperkirakan akan sulit, karena tujuh pendaki tidak berada di jalur pendakian resmi, karena hingga kini tidak ditemukan tanda-tanda jejaknya.
Muhtadin mengungkapkan, tujuh pendaki ini meminta izin masuk ke kawasan Gunung Ciremai pada Jumat (22/5) malam dan kemudian diketahui hilang pada Sabtu (23/5) setelah pendaki melakukan kontak terakhir dengan pengemudi di bawah. Normalnya dalam waktu dua hari satu malam, mereka bisa turun. Kemungkinan besar mereka tersesat. "Kami kemarin masih bisa melakukan kontak, hanya saja dikhawatirkan baterai pada hari ini tidak kuat lagi dan akan segera habis," katanya. Para kader PKS itu hanya membawa satu tenda dan satu kantung tidur.
2 Pendaki Diketahui
Sementara itu, informasi dari pihak kepolisian menyebutkan, dua dari tujuh kader PKS yang hilang mendaki gunung Ceremai, Kuningan, Jawa Barat, telah diketahui keberadaannya di kawasan Petualangan Kuningan, Senin (25/5) pukul 10.45 WIB.
Dua warga itu sempat tersesat saat pendakian dengan ketinggian lebih dari separuh gunung tersebut. Dua kader yang belum diketahui namanya itu telah menghubungi tim Polri yang tergabung dalam pencarian tujuh pendaki yang dikabarkan hilang.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Timur Pradopo yang dikonfirmasi SP, Senin pagi membenarkan adanya tujuh pendaki yang dinyatakan hilang di Gunung Ceremai.
"Saya terima laporan kasus itu, namun untuk lebih lengkapnya silakan hubungi Kapolwil Cirebon," kata Timur.
Kapolwil Cirebon Kombes Pol Tugas Dwi Ariyanto yang konfirmasi terpisah mengatakan, dua dari tujuh pendaki telah diketahui jejaknya berada di daerah Palatungan.
Menurut Kapolwil, dua orang itu juga menginformasikan bahwa lima rekannya sesama pendaki diperkirakan masih di wilayah Petilasan, Linggarjati, Kuningan (perbatasan Cirebon, Red). "Tim Polwil sudah dikirim dengan mengendarai sepeda motor trail untuk menjemput dua pendaki di Palatungan. Jumlah anggota gabungan yang dikerahkan untuk pencarian para pendaki itu sebanyak 50 orang terdiri dari Polri, TNI, SAR, tim medis, dan relawan lainnya," ujar Tugas. [E-5/G-5]
----------------------------------------------------------------------------------------------
Tujuh Pendaki Hilang di Gunung Ciremai
Minggu, 24 Mei 2009 | 15:07 WIB
TEMPO Interaktif, Kuningan: Sebanyak tujuh pendaki hilang di Gunung Cirebon, Sabtu (23/5), diduga ketujuh pendaki tersebut tidak lagi berada di jalur pendakian dan hingga kini tim gabungan SAR setempat, masih sibuk untuk melakukan pencarian.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ketujuh pendaki tersebut sebenarnya adalah anggota pengajian yang hanya membeli karcis untuk berkemah. "Namun ternyata mereka melakukan pendakian melalui jalur Palutungan," kata Kepala Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Muhtadin Nafari. Menurut peraturan, jika sesorang ingin melakukan pendakian, maka mereka harus membeli karcis pendakian, yang kemudian akan mendaki dengan ditemani pemandu lokal.
Ada pun ketujuh pendaki tersebut masing-masing Didi Kusman warga Rawa Aren, Bekasi yang diketahui sebagai ketua regu, Iwan warga Duren Jaya Bekasi Timur, Widhi dan Darso warga Tambun Bekasi, Abdul Hatni dan Gembong warga Bekasi Timur serta Fredi pemandu asal Cirebon. Dari hubungan melalui telepon selular diketahui dua orang jatuh ke jurang, satu diantaranya mengalami luka yang cukup parah yaitu Iwan, warga Duren Jaya Bekasi Timur.
Muhtadin mengungkapkan ketujuh pendaki ini meminta izin masuk ke kawasan Gunung Ciremai pada Jumat (22/5) malam dan kemudian diketahui hilang pada Sabtu (23/5), setelah pendaki melakukan kontak terakhir dengan pengemudi yang ada di bawah. "Kami kemarin masih bisa melakukan kontak, hanya saja dikhawatirkan baterai pada hari ini tidak kuat lagi dan akan segera habis," katanya. Mereka pun hanya membawa satu tenda serta satu bedcover.
Saat ini tim gabungan di bawah Tim SAR Taman Nasional Gunung Ciremai tengah melakukan upaya pencarian. Pencarian dilakukan dalam 3 tim, tim pertama akan bergerak hingga ketinggian 2 ribu meter untuk membawa makanan, tim kedua akan berada di atas ketinggian 1.000 meter untuk membawa para pendaki ke tim ketiga, sedang tim ketiga yang akan mengevakuasi para pendaki turun kebawah. "Namun untuk mencapai ketinggian 2000 ribu meter itu tidak mudah, dibutuhkan waktu antara 7 hingga 8 jam jika cuaca memungkinkan," kata Nuhtadin Nafari.
Proses pencarian diperkirakan akan sulit, karena ketujuh pendaki tidak berada di jalur pendakian resmi, karena hingga kini tidak ditemukan tanda-tanda jejaknya. Berdasarkan pantauan Tempo, tim pencari sudah mulai bergerak, Minggu (24/5), untuk naik ke Gunung Ciremai.
IVANSYAH
إرسال تعليق