ADA KEINGINAN DISKREDITKAN SAYA & INSTITUSI DPRD KOTA BEKASI
Bekasi, dobeldobel.com
Saat ditemui via telepon (Kamis, 27/05), dia memang agak kesal dengan pemberitaan beberapa media cetak harian edisi Rabu kemarin dan edisi hari ini, yang seolah-olah ia telah mengatakan dan menyampaikan kepada publik, bahwa ia, Yusuf Nasih, selaku Ketua DPRD akan menarik kembali surat rekomendasi yang pernah diterbitkan untuk Walikota Bekasi dalam masalah Revitalisasi Pasar, dan itu berarti sama saja dengan ia mengaku salah telah keliru menerbitkan surat tersebut tanpa melalui prosedur atau peraturan yang baku.
Namun akhirnya Yusuf Nasih membantah hal tersebut. Itu hanya pemberitaan sepihak dan bukan pernyataan resmi yang ia keluarkan. Ia sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan langsung maupun tidak kepada wartawan untuk ambil tindakan penarikan Surat Rekomendasi yang menghebohkan itu.
Bahkan ada dugaan kuat, bahwa ini dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendiskreditkan Yusuf Nasih.
Menjelang masa akhir bhakti sang Ketua Dewan, sepertinya ia harus tetap disibukkan dengan mempertahankan nama baik dan kinerja seluruh anggota dewan agar tetap optimal dan tetap dalam suana yang kondusif. Apalagi menjelang Pilpres ke depan ini, ia harus pandai-pandai memilah mana yang merupakan tugasnya sebagai wakil rakyat dan kapan tugasnya sebagai tim sukses kampanye partainya di pilpres 9 Juli mendatang.
(SR)
Bekasi, dobeldobel.comSaat ditemui via telepon (Kamis, 27/05), dia memang agak kesal dengan pemberitaan beberapa media cetak harian edisi Rabu kemarin dan edisi hari ini, yang seolah-olah ia telah mengatakan dan menyampaikan kepada publik, bahwa ia, Yusuf Nasih, selaku Ketua DPRD akan menarik kembali surat rekomendasi yang pernah diterbitkan untuk Walikota Bekasi dalam masalah Revitalisasi Pasar, dan itu berarti sama saja dengan ia mengaku salah telah keliru menerbitkan surat tersebut tanpa melalui prosedur atau peraturan yang baku.
Namun akhirnya Yusuf Nasih membantah hal tersebut. Itu hanya pemberitaan sepihak dan bukan pernyataan resmi yang ia keluarkan. Ia sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan langsung maupun tidak kepada wartawan untuk ambil tindakan penarikan Surat Rekomendasi yang menghebohkan itu.
Bahkan ada dugaan kuat, bahwa ini dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendiskreditkan Yusuf Nasih.
Menjelang masa akhir bhakti sang Ketua Dewan, sepertinya ia harus tetap disibukkan dengan mempertahankan nama baik dan kinerja seluruh anggota dewan agar tetap optimal dan tetap dalam suana yang kondusif. Apalagi menjelang Pilpres ke depan ini, ia harus pandai-pandai memilah mana yang merupakan tugasnya sebagai wakil rakyat dan kapan tugasnya sebagai tim sukses kampanye partainya di pilpres 9 Juli mendatang.
(SR)
PG TUNJUK H YUSUH NASIH
ردحذفPENGGANTI KETUA DPRD BEKASI Hampir lima bulan lebih kursi Ketua DPRD Kota Bekasi dibiarkan lowong alias kosong. Pascapengunduran diri Rahmat Effendi yang dilantik menjadi Wakil Wali Kota Bekasi, proses pergantian Ketua DPRD terus berlarut-larut.
Padahal saat ini DPRD perlu ketua definitif demi lancarnya pembahasan dan pengesahan APBD Perubahan 2008. Meski kepemimpinan DPRD Kota Bekasi bersifat kolektif, namun adanya ketua definitif sangat diperlukan demi lancarnya kinerja anggota Dewan. Proses pencalonan Ketua DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Golkar (PG) juga sudah final dengan mengajukan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD, H Yusuf Nasih dan anggota Fraksi PG Hj Halimah.
Fraksi PG sudah mengajukan kedua nama tersebut ke Panmus. DPRD untuk segera dijadwalkan dilakukan pemilihan dalam rapat paripurna DPRD. Kedua nama tersebut akan dipilih oleh ke -45 anggota DPRD dengan peraih suara terbanyak otomatis menjadi Ketua DPRD yang tinggal menjabat setahun lebih. “Dua nama itu sudah diajukan ke DPRD sekitar dua minggu lalu untuk segera dilakukan proses pemilihan,” kata Sekretaris DPD PG Abdul Hadie di Bekasi, Senin (28/ 7).
Dia menegaskan, dari kedua calon itu sudah melalui proses internal di DPD PG Kota Bekasi. Siapapun yang terpilih tidak ada masalah, keduanya calon terbaik PG. Calon Ketua DPRD H Yusuf Nasih kepada Batak Pos menegaskan, dirinya siap mengemban amanat yang diberikan partainya dan akan mengoptimalkan kinerja dewan. Menurutnya, saat ini DPRD Kota Bekasi masih banyak mempunyai pekerjaan rumah yaitu menyelesaikan beberapa Raperda yang tertunda, paparnya.
Dijelaskan, tingkat koordinasi antara pimpinan dan kelengkapan dewan juga belum maksimal untuk itu perlu maksimalisasi kinerja agar lebih dirasakan oleh masyarakat. “DPRD Bekasi harus terus mengawal dan mengkritisi kinerja eksekutif agar capaian program pemerintah daerah makin bisa dirasakan masyarakat banyak,” jelasnya.
Sebelumnya calon pengganti Ketua DPRD Kota Bekasi sempat terjadi tarik-menarik untuk dikocok ulang. Namun wacana itu akhirnya kandas dengan sendirinya karena bertentangan dengan UU Susduk dan Tata Tertib DPRD No.07/174.2/DPRD/2004 Paragraf 6 tentang Pemberhentian Pimpinan DPRD dipertegas Pasal 44 tentang usulan 2 nama calon Ketua DPRD dari fraksi yang sama
Dewan Bentuk Panmus
ردحذفBEKASI- Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi akan segera membentuk Panitia Musyawarah terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan soal dugaan penyimpangan anggaran dari sektor pendapatan senilai Rp 83 miliar. Dewan menilai, praktik kotor itu terjadi karena kelalaian pemerintah daerah.
Hal ini diungkapkan oleh Yusuf Nasih, Ketua DPRD Kota Bekasi, selasa (7/4). "Ini karena kelalaian pejabat daerah, kami segera bentuk panitia musyawarah (pamus) untuk mengurus masalah ini," katanya. Panmus tersebut akan terdiri dari pimpinan Dewan (ketua dan dua orang wakilnya), serta ketua masing-masing fraksi Partai Politik.
Yusuf menjelaskan bahwa tugas Panmus yakni mengungkapkan laporan keterangan pertanggunghjawaban (LKPJ) Wali Kota Bekasi, di dahadapan semua anggota Dewan. Serta, membentuk panitia khusus yang mengoreksi LKPJ itu dan membawanya rapat paripurna Dewan. "Hari ini (Selasa) kami rapatkan pembentukan Panmus LKPJ-nya," katanya.
Menurutnya, versi Dewan terhadap temuan BPK itu adalah, terjadi kesalahan entri data hasil pungutan pajak, selama periode Januari- Agustus 2008 lalu. sehingga muncul selisih pendapatan dalam jumlah besar yang tidak uangnya.
Yusuf Nasih menjanjikan, dugaan penyimpangan anggaran tersebut selesai dalam waktu satu bulan ke depan. "Di situ Dewan akan memastikan apakah benar-benar terjadi penyimpangan dalam bentuk penyalahgunaan anggaran atau tidak," katanya.
Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad mengatakan LKPJ anggaran 2008 sudah disampaikan ke Dewan sejak 26 Maret lalu. Sayangnya, belum ada respon balik mengenai agenda rapat paripurna membahas LKPJ itu. "Dewan-nya saja yang tidak bekerja," kata Mochtar ketika dikonfirmasi terpisah.
Terkait 14 item sektor pendapatan yang diduga menyimpang oleh BPK, Mochtar menyatakan bahwa anggaran tersebut adalah pendapatan pajak yang belum dihitung. Uangnya, kata Mochtar, sebenarnya sudah ada bahkan telah disetorkan ke kas daerah. "Kami memanggil satu persatu penanggung pajak dan hasilnya sudah kami laporkan ke BPK," katanya./c88/itz
إرسال تعليق