Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 171/Kep.10.29-Pem.Um/2009 tanggal 3 Agustus 2009 yang ditandatangani oleh Ahmad Heryawan tentang Peresmian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi hasil Pemilu tahun 2009 untuk Masa jabatan tahun 2009-2014 memutuskan bahwa nama-nama Anggota Dewan Perwakilan Daerah Kota Bekasi sebagai berikut:
1. Winoto, SH, (Partai Hati Nurani Rakyat) dapil Bekasi VI
2. Irman Firmansyah (Partai Gerakan Indonesia Raya) dapil Bekasi IV
3. Muhammad Dian (Partai Gerakan Indonesia Raya) dapil Bekasi V
4. Anang Suryana (Partai Gerakan Indonesia Raya) dapil Bekasi VI
5. Drs. H. bali Pranowo (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi I
6. Arianto Hendrata, S.Pd (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi II
7. Sardi Effendi, S.Pd (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi II
8. Drs. Heri Purnomo (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi III
9. Sutriono, S.Pd (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi III
10. Haryekti Rina W, S.Pd (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi IV
11. Drs. Heri Koswara, MA (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi IV
12. Choiroman J. Putro, M.Eng (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi V
13. H.M. Syaifudaulah, SH. MH. (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi V
14. Rinto Adrianto, S.Pd (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Bekasi VI
15. Drs. Thamrin Usman (Partai Amanat Nasional) dapil Bekasi I
16. Abdu Muin Hafied, SE. M.Pd (Partai Amanat Nasional) dapil Bekasi II
17. H. Agus Rohadi (Partai Amanat Nasional) dapil Bekasi VI
18. Ahmad Ustuchri, SE (Partai Kebangkitan Bangsa) dapil Bekasi III
19. Drs. Rosihan Anwar (Partai Golongan Karya) dapil Bekasi I
20. H. Roy Achyar (Partai Golongan Karya) dapil Bekasi II
21. Hj. Tamimah, S.Ag. MM. Pd (Partai Golongan Karya) dapil Bekasi III
22. Syafei (Partai Golongan Karya) dapil Bekasi IV
23. H. Yusuf Nasih, S.Sos (Partai Golongan Karya) dapil Bekasi V
24. Drs. M. Yakum (Partai Golongan Karya) dapil Bekasi VI
25. Muhammad Said (Partai Persatuan Pembangunan) dapil Bekasi II
26. Jamaludin (Partai Persatuan Pembangunan) dapil Bekasi IV
27. Lisbet Morliner, SH (Partai Damai Sejahtera) dapil Bekasi V
28. Mustofa, S.Sos (Partai Bulan Bintang) dapil Bekasi IV
29. Lilik Hariyoso, S.Sos (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dapil Bekasi I
30. Sudirman (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dapil Bekasi II
31. Aliaser Yentji Sunur (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dapil Bekasi II
32. Enie Widiastuti (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dapil Bekasi III
33. Nuryadi Darmawan RS (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dapil Bekasi IV
34. Anim Imanudin, SE (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dapil Bekasi V
35. H. Tumai, SE (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dapil Bekasi VI
36. M. Djoko Soekaryo Koencoro (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dapil Bekasi VI
37. Ronny Hermawan, SH (Partai Demokrat) dapil Bekasi I
38. H. Abadi Ika Setiawan, SE (Partai Demokrat) dapil Bekasi I
39. Arwis Sembiring Meliala, SH (Partai Demokrat) dapil Bekasi II
40. S. Mulyanto, SH (Partai Demokrat) dapil Bekasi II
41. H. Andi Zabidi (Partai Demokrat) dapil Bekasi II
42. Zaiman Makmur Affan, SE. MM.Si (Partai Demokrat) dapil Bekasi III
43. Ir. Hj. Heli Mulyaningsing (Partai Demokrat) dapil Bekasi III
44. Hj. Ratu Tatu Sukarsih, S.Sos.I (Partai Demokrat) dapil Bekasi IV
45. H. Dadang Ashgar Noor, SE. MM (Partai Demokrat) dapil Bekasi IV
46. Sodikin (Partai Demokrat) dapil Bekasi V
47. Ir. Soegiarto (Partai Demokrat) dapil Bekasi V
48. Hj. Nurul Marfuatin (Partai Demokrat) dapil Bekasi V
49. Haeri parani, SH. MH (Partai Demokrat) dapil Bekasi VI
50. H. Azhar Laena, SE (Partai Demokrat) dapil Bekasi VI
Bersamaan dengan pelantikan itu Gubernur Jawa Barat juga mengeluarkan Surat pemberhentian secara resmi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi hasil Pemilu 2004 untuk masa jabatan tahun 2004-2009 sebanyak 45 orang.
Sidik Rizal - dobeldobel.com
Berita Terkait:
BEKASI (Pos Kota) - Tiga kelompok masa berunjuk rasa saat pelantikan anggota DPRD Kota Bekasi di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Senin (10/8) pagi.
Masa berjumlah 100 orang terdiri dari satuan aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dan GMNI, KAMI, HMI dan PMII kemudian sekitar 50 orang dari kesatuan guru swasta.
Aparat kepolisian dari Polres Metro Bekasi mengamankan jalannya aksi pengunjuk ras mencoba untuk masuk ke kawasan Gedung DPRD namun dicegah oleh anggota kepolisian.
Sambil merangsek mau masuk ke gedung dewan, pendemo berorasi. Umumnya mereka menuntut anggota DPRD tersebut menjalankan tugasnya dengan baik dan benar-benar memikirkan rakyat. (saban/B)
---------------------------------
Massa dari sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan dirinya sebagai Dewan Rakyat Bekasi melakukan aksi unjuk rasa pada pelantikan anggota DPRD Kota Bekasi periode 2009-2014 di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, Jln. Chairil Anwar, Kota Bekasi, Senin (10/8).
Dalam kontrak politik tersebut, peserta aksi meminta agar anggota DPRD terpilih menjalankan tugasnya dengan baik, mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Transparansi dalam waktu seratus hari kerja, serta meningkatkan anggaran pendidikan di Kota Bekasi untuk pendidikan gratis. "Jika dalam waktu seratus hari kerja tidak bisa memenuhi kontrak politik itu, mereka harus siap-siap mundur," kata salah seorang peserta aksi.
Para peserta aksi dilarang masuk oleh aparat kepolisian yang berjaga-jaga di dalam Gedung DPRD. Oleh karena itu, massa hanya bisa berteriak-teriak sambil berorasi di luar pagar. Sebagian lagi memanjat pagar dan mencoba masuk ke dalam lingkungan Gedung DPRD.
Setelah aksi berjalan cukup lama, seorang anggota dewan dari Partai Demokrat, Heri P., menemui para peserta aksi. Heri bersedia menandatangani kontrak politik tersebut meski pernyataan itu merupakan hanya pernyataan pribadinya, tidak mengatasnamakan DPRD Kota Bekasi.
Tidak lama berselang, beberapa anggota dewan menemui para pengunjuk rasa dan menandatangani kontrak politik tersebut. Salah seorang anggota dewan dari PAN yang baru dilantik, Aryanto Hendrata, menyatakan siap untuk mendorong transparansi keuangan daerah dalam pembangunan Kota Bekasi.
Para pengunjuk rasa pun meminta agar para anggota dewan yang telah menandatangani kontrak politik itu benar-benar bisa menepati janji. "Kami akan menagih janji," kata perwakilan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Jufri.
Sementara itu, sebagian anggota dewan yang baru dilantik memilih makan bersama, berfoto-foto, kemudian pulang dengan mobilnya masing-masing. Para peserta unjuk rasa pun berangsur-angsur memasuki Gedung DPRD, tetapi hanya sampai tangga. Alasannya, penjagaan oleh aparat kepolisian sangat ketat. Setelah melakukan orasi sebentar, mereka membubarkan diri.
Sebelum unjuk rasa, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bekasi John Pitter melantik lima puluh anggota Dewan terpilih Kota Bekasi. Menurut Pitter, masih banyak pekerjaan rumah yang mendesak untuk diselesaikan, antara lain pemerataan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan gratis. (A-155)***
--------------------------------------
Pelantikan Anggota DPRD Kota Bekasi Diwarnai Unjuk Rasa dan Tawaran Kontrak Politik
Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan dirinya sebagai Dewan Rakyat Bekasi melakukan aksi unjuk rasa pada pelantikan anggota DPRD Kota Bekasi periode 2009-2014 di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, Jln. Chairil Anwar Kota Bekasi, Senin (10/8).
Mereka meminta agar anggota dewan terpilih yang baru saja dilantik untuk menandatangani kontrak politik yang disodorkan oleh Dewan Rakyat Bekasi. Namun, hanya beberapa anggota dewan yang berani menemui para pengunjuk rasa yang mayoritas merupakan mahasiswa, sisanya memilih untuk pulang setelah dilantik.
Dalam kontrak politik tersebut, peserta aksi meminta agar anggota DPRD terpilih menjalankan tugasnya dengan baik, mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) transparansi dalam waktu 100 hari kerja serta meningkatkan anggaran pendidikan di Kota Bekasi sebagai bentuk pendidikan gratis. “Jika dalam waktu seratus hari kerja kalian tidak bisa memenuhi kontrak politik itu, maka kalian harus siap-siap mundur,” kata salah seorang peserta aksi.
Para peserta aksi dilarang masuk oleh aparat kepolisian yang berjaga-jaga di dalam Gedung DPRD. Oleh karena itu, massa hanya bisa berteriak-teriak sambil berorasi diluar pagar. Sebagian lagi memanjat pagar dan mencoba masuk ke dalam lingkungan Gedung DPRD. “Mana anggota dewannya? Kenapa tidak ada yang berani keluar? Jangan jadi pengecut kalian. Ingat dulu waktu kampanye kalian jalan kaki meminta dukungan, sekarang kami meminta agar kalian menepati janji yang pernah kalian ucapkan. Kenapa tidak ada yang berani keluar?” kata salah seorang peserta aksi sambil memanjat pagar.
Setelah aksi berjalan cukup lama, seorang anggota dewan dari Partai Demokrat, Heri Paerani, menemui para peserta aksi. Heri bersedia menandatangani kontrak politik tersebut, meski pernyataan itu merupakan hanya pernyataan pribadinya, tidak mengatasnamakan DPRD Kota Bekasi.
“Apakah anggota dewan Kota Bekasi hanya satu orang? Mana yang lain?” kata peserta aksi menantang. Tidak lama berselang, beberapa anggota dewan menemui para pengunjuk rasa dan menandatangani kontrak politik tersebut. Salah seorang anggota dewan dari PKS yang baru dilantik, Aryanto Hendrata, menyatakan siap untuk mendorong transparansi keuangan daerah dalam pembangunan Kota Bekasi.
إرسال تعليق