Kota Bekasi Direndam Banjir

BEKASI, (PRLM).- Akibat sistem drainase yang masih buruk, sejumlah jalan utama di Kota Bekasi terendam genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm hingga 50 cm setelah hujan selama hampir satu jam, Selasa (1/12).
Selain menyebankan banjir di jalan, air hujan yang tidak dapat mengalir dengan baik itu juga menyebabkan kemacetan karena kendaraan harus berhati-hati melewati jalan tersebut, takut tercebur ke selokan.
Sejumlah jalan yang tergenang air di Kota Bekasi, misalnya Jln. Pondok Gede, sebagian Jln. K.H Noer Alie, sebagian Jln. Caman Raya, serta Jln. Jatimakmur, Kota Bekasi.
Menurut warga Pondok Gede, Makmur (55), jalan di sekitar Pasar Pondok Gede ini memang selalu tergenang air hingga ketinggian hampir 50 cm. "Hujan dikit, langsung banjir," katanya. Hal itu diduga karena tidak adanya sistem drainase yang baik di sekitar jalan yang menjadi perbatasan antara Kota Bekasi dengan Jakarta Timur ini.
Pantauan "PRLM" di lokasi, air tidak dapat tertampung di saluran air yang ada di sisi kiri jalan dari arah Kota Bekasi. Bahkan sejumlah sampah menyumbat saluran air tersebut. Selain itu, di sisi kanannya tidak ada saluran air untuk membuang air dari jalan. Dengan demikian, air hanya bisa menggenang di tengah jalan.
Warga lainnya, Idrus (47), mengatakan peojek perbaikan jalan di sekitar Pondok gede kurang memerhatikan sistem drainase. AKibatnya, tidak ada saluran pembuangan air dari jalan. Bahkan, saluran air yang tadinya ada malah tertutup aspal. "Kalaupun ada, ya jadi menciut. Mana sampahnya banyak sehingga menyumbat aliran air. Kalau mau dibersihin sulit, soalnya lubangnya kecil sejak diaspal," kata Idrus.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, Kota Bekasi, Agus Syofyan mengakui jika sistem drainase di Kota Bekasi masih buruk. Untuk itu, perbaikan saluran air di Kota Bekasi akan menjadi prioritas dari program Dinas Bina Marga pada 2010 nanti.
"Memang ada beberapa ruas jalan yang drainasenya kecil dan dangkal sehingga perlu perbaikan. Kita harapkan tahun depan semuanya kelar sehingga tidak ada lagi banjir di jalan utama Kota Bekasi," katanya.
Dikatakan Agus, pada 2010 nanti, dari dana APBD sebesar Rp 200 miliar, sekitar Rp 140 miliar akan digunakan untuk bina marga dan sebagian dari jumlah itu akan digunakan untuk perbaikan drainase.
Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan jika Kota Bekasi masih akan dihantui oleh banjir, selama sistem saluran airnya masih buruk. "Selain banjir kiriman dari wilayah Bogor, Kota Bekasi juga terancam genangan air akibat sistem drainase yang buruk," katanya.
Untuk itu, dia menilai perlunya prioritas perbaikan sistem saluran air ini. Tujuannya agar jalan-jalan di Kota Bekasi tidak lagi terendam air hujan. "Selain itu, juga bisa menambah awet jalan yang ada," tambahnya.
Hal ini juga sejalan dengan program peraihan piala Adipura 2010 Kota Bekasi. "Diharapkan, perbaikan jalan yang ada nantinya akan dibarengi oleh perbaikan saluran air. (A-155/A-50)***

Post a Comment

أحدث أقدم