Gak ada yang paling nyebelin bagi gue kecuali ketemu dengan orang yang suka sekali ngomong kasar atau jorok di depan kita. Sekalipun gak pas di depan kita, tapi paling gak teriak kasar dan joroknya di dekat kita itu seperti lagi maki-maki kita.
Makanya gue sering menghindar dari kelompok anak-anak atau remaja yang suka sekali ngomong kasar dan jorok, meski kadang gue tetap ada di situ, tapi dengan kekesalan yang gue tahan. Lama-lama gue butuh tambahan yodium saking gondoknya.
Meskipun itu datangnya dari teman kita, sepanjang itu gak ditujukan ke diri kita memang mungkin saja gak bermasalah. Masalahnya adalah tingkat kegelisahan atau risih tidaknya saat teman kita sering sekali mengumpat di dekat kita. Mungkin kalau sebaya usia, bisa jadi gak bermasalah. Tapi terkadang teman-teman kita yang jauh lebih muda, kok rasanya seperti gak dihormati. Karena bagi saya itu rasanya gak nyaman banget kalau dengar orang lain, meskipun itu adalah teman dekat yang suka sekali mengumpat dengan kata-kata kasar, jorok atau tak sopan sebagai bahan candaan.
Sepertinya ini adalah gaya hidup dari barat yang sudah perlahan-lahan menyusup ke gaya hidup sosial kita sehari-hari. Padahal, di benua Amerika maupun Eropa sendiri, gaya hidup gaul kaum muda yang terlalu bebas ini hanyalah bentuk gerakan perlawanan generasi yang anti kemapanan dan budaya gaya berontak dari kalangan muda kepada kaum borjuis. Sepertinya ini bersifat universal di belahan negara manapun.
Sebagai muslim, gue ya tinggal bisa memendam kekesalan terhadap perilaku menyimpang seperti ini. Tapi karena gue punya misi untuk berda'wah melalui komunitas mana saja, khususnya stand up comedy community, ya gue harus bersabar dan berjuang dengan cara yang paling arif dan bijaksana, karena yang gue hadapi kebanyakan adalah anak-anak muda seusia anak atau keponakan gue sendiri. Gue jadi berasa tua, maklum lah sudah bau-bau batu nisan gitu.
[bersambung...]
Makanya gue sering menghindar dari kelompok anak-anak atau remaja yang suka sekali ngomong kasar dan jorok, meski kadang gue tetap ada di situ, tapi dengan kekesalan yang gue tahan. Lama-lama gue butuh tambahan yodium saking gondoknya.
Meskipun itu datangnya dari teman kita, sepanjang itu gak ditujukan ke diri kita memang mungkin saja gak bermasalah. Masalahnya adalah tingkat kegelisahan atau risih tidaknya saat teman kita sering sekali mengumpat di dekat kita. Mungkin kalau sebaya usia, bisa jadi gak bermasalah. Tapi terkadang teman-teman kita yang jauh lebih muda, kok rasanya seperti gak dihormati. Karena bagi saya itu rasanya gak nyaman banget kalau dengar orang lain, meskipun itu adalah teman dekat yang suka sekali mengumpat dengan kata-kata kasar, jorok atau tak sopan sebagai bahan candaan.
Sepertinya ini adalah gaya hidup dari barat yang sudah perlahan-lahan menyusup ke gaya hidup sosial kita sehari-hari. Padahal, di benua Amerika maupun Eropa sendiri, gaya hidup gaul kaum muda yang terlalu bebas ini hanyalah bentuk gerakan perlawanan generasi yang anti kemapanan dan budaya gaya berontak dari kalangan muda kepada kaum borjuis. Sepertinya ini bersifat universal di belahan negara manapun.
Sebagai muslim, gue ya tinggal bisa memendam kekesalan terhadap perilaku menyimpang seperti ini. Tapi karena gue punya misi untuk berda'wah melalui komunitas mana saja, khususnya stand up comedy community, ya gue harus bersabar dan berjuang dengan cara yang paling arif dan bijaksana, karena yang gue hadapi kebanyakan adalah anak-anak muda seusia anak atau keponakan gue sendiri. Gue jadi berasa tua, maklum lah sudah bau-bau batu nisan gitu.
[bersambung...]



Posting Komentar