Siapakah Aku? Teroris atau Tukang Madu?

  1. Assalamu... 'alay... kum... Salam sejahtera bagimu, alay?
  2. Selamat malam Street Gallery? Apa kabar semuanya? Baik-baik saja bukan?Alhamdulillah, pas banget ya buat jadi target saya hari ini?
  3. Target saya adalah.... DHUAR...!!!! Maaf ngagetin.... Gimana? Gak lucu kan? Berarti saya baru aja ngebom. Target terpenuhi, mission accomplished. Terima kasih, saya SidikRizal, Wassalam alay kum.
  4. Sorry, it's just a kidding. Don't worry... I'm not a terrorist. Ya saya bukan terrorist. Anak buah saya yang teroris.
  5. No no no... anak buah saya bukan teroris. Dia sudah tobat. Gak dia gak tobat, eh maksud saya, dia asli bukan teroris, jadi dia gak perlu tobat.
  6. Karena dia sudah jadi komik SUCI. Dapat Golden Ticket, sampai jadi finalis 13 besar. Gak sial kan dia? Saya berdoa semoga Kalis bisa callback 
  7. Karena penampilan saya sehari-hari seperti ini, ada orang yang suka salah persepsi, disangkanya saya ini teroris. Padahal saya juga menggenakan pakaian kasual kok. Kalau lagi ada kontrak pekerjaan, atau tugas, panggilan jihad.
  8. Tuh kan, masih banyak orang yang beranggapan panggilan jihad itu adalah berangkat ke medan perang, merakit bom waktu, menembak bunuh musuh dan meledakkan target. Ya kan? SALAH...! Jihad itu adalah bekerja keras dengan sungguh2, menyelesaikan tugas hingga tuntas, alias profesional.
  9. Dan saya ini profesional, dalam hal? Merakit bom waktu, menembak bunuh musuh dan meledakkan target. Alhamdulillah target terpenuhi, mission accomplished. Kalo... main game CounterStrike.
  10. Jadi kalian gak usah takut, saya ini asli bukan teroris. Memang saya pernah jadi anggota ISIS. Tapi itu dulu waktu masih sekolah, SMP dan SMA. Ya betul... Irganisasi Siswa Intra Sekolah.
  11. Pokoknya kalian tenang saja. Jangan karena bawa gembolan tas seperti ini, disangkain bom. Astaghfirullah al azhim. SALAH...! Isi tas ini adalah... masjid.
  12. Beneran, saya gak bohong. Masjid dalam bahasa Arab artinya tempat sujud. Dalam tas saya ini ada masjid yang portable, bisa dilipat, namanya masjid atau sajadah.
  13. Ya sajadah! Artinya tempat sujud juga...
  14. Buat yang belum kenal, nama saya Sidik Rizal. Nama asli Sidik Kelana Rizal. Kelana Rizal itu nama pemberian bokap. Beliau adalah orang dari Riau yang berkelana ke Jakarta. Kelana Riau - Jakarta. Riau Jakarta, Rija. Jadinya ya Rijalah. Kelana Rizal. Untungnya bokap bukan orang Dayak, yang berkelana ke Jakarta. Dayak-Jakarta, Da-ja, jadinya ya... bisa kiamat lah. Gak enak.
  15. Sidik diambil dari nama bokap setelah bokap meninggal saat saya masih enam tahun, untuk mengabadikan nama beliau, dalam bahasa Arab; Abu Bakr Sidik. Untung bukan dalam bahasa Indonesia, yang bacanya dari kiri ke kanan; sidik bakar abu. Gak enak!
  16. Shiddiq, dalam bahasa Arab artinya benar. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, sidik atau selidik artinya mencari fakta kebenaran, ya kan? Tapi saya paling gak suka nama panggilan saya dalam bahasa Inggris. Shit... Dick...!
  17. Saya pernah ke kota Bangkok, di distrik Shumkuvit, kenalan dengan bule inggris di sana. Setelah ngobrol beberapa lama dan mungkin dia berprasangka saya muslim garis keras atau bukan. Anehnya, saya gak tahu dia itu curiga atau ngeledek, sesaat dia nama saya;
  18. "What is your name?"
  19. Oh, the name is Shiddiq.
  20. "What? Shit? Dick?" (ini kesannya, kan kayak nanya apa ngeledek?)
  21. No no no...! No shit, no dick!
  22. "Oh no shit...! NO DICK?" (benar-benar bikin kesel ini bule!)
  23. Let me tell you once again, and listen to me carefully. My name is Shee dick, dick, dick, dick, dick, dick, DHUARRR!!! Itu bule saya ledakin. Puas saya.
  24. Saya gak ditangkap, alhamdulillah. Lolos dari pasukan khusus anti teroris. Orang lagi main POINT BLANK.
  25. Tapi itu imajinasi saya aja ya, karena itu bule ngeselin banget. Dan anehnya, ini bule inggris tahu banyak tentang Indonesia.
  26. "I see you from Indonesia, that you have a special kind of music of your country, dangdut isn't it?"
  27. Yes, there is a lot of kinds of traditional music in my country; such as gamelan, campursari, keroncong et cetera. But the most popular kind of music is dangdut.
  28. "Yes dangdut. Anyway, what's your name again?" (Eh dia mulai lagi!)
  29. Ok, I tell you my name again, She dig... dig, dig, dig, digadaw, digadaw aw-aw. Digadaw, digadaw aweu...!
  30. "Aaah, I saw that on television..." itu bule senang banget.
  31. Tapi kayaknya ini bule, gak mau berhenti ngobrol sama saya, padahal saya sudah pake bahasa tubuh nyuekin dia. Saya belagak mainin blackberry, tapi tetap saja dia nanya macam-macam. Saya gak mau berbuat tidak sopan menghentikan obrolan, harus diplomatis. Untungnya bule inggris ini nanya lagi, siapa tokoh dunia yang berpengaruh secara politis menurut saya; ya kasih tahu ya cuma ada tiga orang.
  32. "The most popular and influence people in the world on my opinion are; Mr. Soekarno, our first president of Indonesia".
  33. "Oh...!" dia ngangguk-ngangguk setuju. Karena dia bule Inggris, kemungkinan besar dia gak suka sama Amerika Serikat.
  34. "And the second is Mr.Barack Obama, not just because he had lived in Menteng, Jakarta in our country, when he was a child. But actually he is a president of US. Sorry, the president of U.S. United States, not UK united kingdom, your country isn't it? Don't you like U.S. bro?" sengaja saya pancing dia, suka gak.
  35. "Yes, we, my people like U.S. My government gave support all US political will and international policy, particularly on counter-terrorism act." Ini bule Inggris jelas mau dianggap mendukung Amerika Serikat. Pas dia nanya lagi;
  36. "Then, who is next, the 3rd person is your favorite person as the most influenced in the world?" ya saya harus kasih jawaban yang gakan pernah dia lupakan seumur hidupnya; "Osama bin Laden." itu bule langsung diam, gak ngomong lagi.
  37. Target terpenuhi, mission accomplished.
  38. Terima kasih, saya SidikRizal, wassalam.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama